Blognya Perawan Desah

Berbagi semua yang unik, hot, dan menyenangkan

Kesepakatan-kesepakatan penting yang harus dibicarakan sebelum menikah

Posted by Perawan Desah pada 26 April 2010

Banyak orang yang berkata bahwa “pernikahan atau perkawinan adalah sebuah pertaruhan, ibarat main judi”. Pernyataan tersebut tak sepenuhnya salah, namun hal tersebut akan terjadi apabila perkawinan itu tidak didahului dengan perhitungan dan perbincangan serta disepakatinya beberapa komitmen yang sepantasnya dilaksanakan saat perkawinan berlangsung.

Oleh sebab itu, sebelum perkawinan terlaksana, kita melakukan penjajakan atau penyesuaian saat masa pacaran. Lebih baik putus saat masa pacaran ketimbang bercerai setelah menikah karena konsekuensinya lebih banyak.

Apa saja yang pantas dan layak saya ungkapkan dan sepakati saat pacaran berlangsung? Sangat banyak dan semua itu berpulang kembali kepada Anda dan pasangan. Kemudian, apa yang tidak dibicarakan dan disepakati di awal semestinya bisa didiskusikan dan disepakati setelah pernikahan karena tidak semua hal dapat kita pikirkan dan kemukakan sebelum perkawinan.

Beberapa hal pokok yang perlu dibicarakan sebelum menikah sehingga terjadi kata sepakat adalah seperti dituliskan di sini yang dapat Anda sampaikan dan diskusikan untuk dicarikan sebuah kesepakatan sebagai “acuan” dalam perjalanan perkawinan Anda berdua, antara lain:

1. Apakah setelah menikah, Anda harus keluar dari rumah keluarga?
Menurut saya, sebaiknya Anda dan pasangan mencari rumah kontrakan bila belum membeli rumah sendiri. Dengan Anda keluar dari rumah akan membuat Anda menjadi lebih mandiri dan memiliki otorisasi untuk menyelesaikan segala problematika rumah tangga Anda sendiri, tanpa campur tangan orangtua.

2. Apakah Anda setelah menikah tetap diperkenankan bekerja?
Jika setelah menikah Anda tetap bekerja, Anda bisa membantu meringankan beban suami dan mempercepat pengumpulan dana bagi masa depan keluarga, entah membeli rumah atau mempersiapkan dana pendidikan anak-anak. Terlebih sebelum memiliki anak, Anda akan lebih leluasa untuk meninggalkan rumah.

3. Berapa jumlah anak yang Anda sepakati untuk dimiliki? Bagaimana bila salah satu dari Anda ternyata tidak subur?

4. Bagaimana dengan pengelolaan keuangan keluarga?
Sepantasnya semua pendapatan dilebur menjadi satu. Kemudian dialokasikan untuk kebutuhan keluarga, lalu kebutuhan jangka panjang (rumah dan pendidikan anak) dan keperluan pribadi masing-masing sebesar 2,5 persen dari total pendapatan.

5. Siapa yang memegang dan mengawasi keuangan keluarga?
Sebaiknya dilakukan bersama karena jadi lebih adil dan lebih nikmat.

6. Apakah Anda menganut paham monogami atau poligami?
Anda sebaiknya menekankan bahwa Anda menginginkan sebuah perkawinan tunggal, utuh, dan totalitas untuk menjamin segala sumber daya pikiran, perasaan, dan ekonomi hanya mengalir ke satu tempat, yaitu keluarga Anda, dan tidak ada keluarga kedua atau kesekian.

Bila kondisi ekonomi Anda dan calon pasangan sangat berbeda, sebaiknya pikirkan untuk melakukan perjanjian pranikah, terkait aset atau harta yang Anda miliki. Untuk memutuskan ini, sebaiknya Anda mendiskusikannya dengan pengacara atau perencana keuangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang kebaikan dan keburukannya, apalagi bila tidak mengetahui manfaat dari perjanjian semacam ini.

Selain 6 butir kesepakatan di atas, Anda bisa menambahkan apa saja yang perlu Anda dan calon pasangan sepakati lagi sebelum melangkah lebih jauh. Selamat bernegosiasi, semoga sukses.

Bagaimana menurut anda?

Iklan

47 Tanggapan to “Kesepakatan-kesepakatan penting yang harus dibicarakan sebelum menikah”

  1. hakim said

    berkaitan dengan poligami,di bolehkan perjanjian dengan materai agar perjanjian itu memiliki kekuatan hukum

    salam kenal

  2. Andy said

    Inpo yang bermanfaat, Keenam point yang itu sangat penting…
    Salam kenal…

  3. Mbah Jiwo said

    kayaknya saya salah masuk blog nih…

  4. yayah said

    blogwalking bukan suatu teknik dalam seo, tp ampuh buat mendatangkan traffik dan menjalin persahabatan..

    klo bisa blogwalking dari blog dofollow, semakin banyak backlink ya otomatis seo juga keanggkat.. alami kan

  5. Pak Wandi said

    Hihihi, sing bagian monogami kui kudune diproses luwih ndhisik En. Liyane mengko wae 😆

  6. citromduro said

    apakah kamu mau menikah dengan saya menerima saya apa adanya dan tidak adanya

    he… 😀 😀 D:

  7. TuSuda said

    Info yang sangat lengkap buat calon pengantin, agar dengan baik mempersiapkan dirinya. Terimakasih telah berbagi kata bersama.

  8. Puskel said

    Biasanya hal ini harus dibahas juga saat konseling pranikah atau diskusi dengan kedua belah pihak keluarga calon mempelai.
    SALAM Kenal, saya berkunjung balik. Terimakasih telah sempat mampir.

  9. wiwin9 said

    wahhh bagus banget infonya..tengkyu da berbagi

  10. satrya said

    Waduh saya masih terlalu muda untuk berpikir menikah…heheh
    Salam kenal y..

  11. delia4ever said

    Wahhhhhhhhh makasih ya infonya… aq simpan.. 🙂

  12. yr said

    mau nikah aja kok ribet, kayak mau bikin perusahaan… 😆
    dalam berumahtangga point yg penting adalah komunikasi,
    selain itu terimalah kelebihan dan kekurangan pada pasangan kita dengan hati yg ikhlas… 🙂

  13. udienroy said

    Hmmm ah jadi bentar tak bacnya lagi. Maklum belum ke indek dgn baik di otak tuh posting. Pokoke tunggu aja di sini hehe

  14. saya sekarang sedang menghadapi poin ke- 7 , siapakah calon mempelai wanita saya ? :d

  15. hellgalicious said

    wiih lengkap dan pas buat blogger yang mau nikah

  16. walaupun ada kesepakatan2 tsb di atas adakalanya, karena situasi yang berubah, kesepakatan itu dilanggar. Disinilah perang bisa terjadi dan cara untuk menghentikan perang adalah bagaimana melupakan kesepakatan yang lama, buat kesepakatan yang baru lagi.

  17. Deka said

    Sebenarnya Pernikahan itu mudah, jangan di buat susah. Just my Opinion.

  18. Tapi sing sering janji tinggal ucapan lho En, ngati-ati kapan-kapan nek nikah yo. 😆

  19. darahbiroe said

    wahh
    perlu yaw
    seperti itu
    sebelum menikah
    wkakkwkakwa
    ribet juga
    thanks yaw
    😀

  20. jadi kayak perjanjian kontrak bisnis ya ? tapi bagus juga sih, daripada kisruh belakangan. Diatur cara penyampaiannya aja, agar tidak terkesan menurunkan tingkat kualitas hubungan

  21. memang perlu juga daripada nanti rame belakangan

  22. si3 said

    Biar jelas memang harus ada rules nya…kalau perlu dipigura di tempel di kamar tidur…he..he

  23. Ceritaeka said

    Boleh ditambahin lagi, kesepakatan urusan pekerjaan rumah tangga kalo lagi nggak ada mbak.
    Penting banget! Perempuan berkarier kalo dirumah mesti jd cuci piring, cuci baju tanpa dibantu juga.. waaah bis modyar. Jadi pembagiannya jelas, sapa yg nyupir, sapa yg nyetrika 🙂

  24. darahbiroe said

    hehhe
    makasih yaw mungkin kesepakatan itu perlu juga
    biar ga ribut belakang
    😀

  25. Ariyanti said

    saya sih sudah sepakat, tinggal nunggu hari H nya saja

  26. budiarnaya said

    kesepakatan hitung belakangan aja dech…yang penting cocok dulu heee

  27. Oh gitu ya mbak Eny, kebetulan nih saya masih njomblo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: